Emang Udah Bisa Bikin Indonesia Bangga??? 

Entah kenapa agak jengah baca chat di salah satu group whatsapp internasional. Jadi, ceritanya group ini merupakan group untuk belajar bahasa Jerman. Disini kita suka ngomongin apa aja tapi diharuskan untuk menggunakan bahasa Jerman karena itu aturannya. Dalam group ini ada 3 orang yang berasal dari Indonesia yakni, 1 cowok dan 2 cewek termasuk saya. Si cowok ini hobinya sok asik, sok gaul, sok ngerti padahal gak sama sekali. Tapi di balik semua sifat nyebelin dia itu, hari ini saya merasa paling tidak suka dengan kata-kata yang dia lontarkan. 

“Vor allem ist es hier wie ein Müll” yang kalau diartikan kira-kira, “dibandingkan semua hal yang kalian sebutkan diatas disini (Indonesia) sama seperti sampah”. Bayangin coba kalau cuma bicarain soal jam kerja dan sekolah aja dia dengan mudahnya menghina negeri ini gimana soal yang lain. Padahal group itu isinya rata-rata orang asing yang menghargai negara mereka sendiri sedangkan yang orang Indonesia malah dengan mudah menghina bangsanya didepan orang asing hanya karena masalah sepele. 

Rasanya mau aku bilangin kalau gak suka sama negara ini mending keluar aja dari negara ini. Jangan ngaku jadi orang Indonesia apalagi cari uang dari bumi Indonesia. Orang asing aja yang berharap jadi WNI seabrek nah dia dapat kewarganegaraan dari sebelum dia lahir malah bisanya cuma menghina. Andai aja aku jadi orang yang berpengaruh mungkin udah aku usir tuh orang. 

Buat kalian yang masih WNI dan hobinya menghina negeri ini, mending kalian berkaca dulu. Apa sih yang udah kalian kasih buat bangsa ini sampai kalian berasa diri kalian berhak untuk hal yang sangat wow dari negara ini? Kalau udah bisa bikin nama Indonesia diakui dunia karena kebaikannya, baru kalian boleh sedikit berbangga diri. Kalau belum, mending berkaca dulu. Gak punya kaca? Tenang, negaraku punya banyak kaca yang besar! 

-Fatsav 

Indonesia Tanah Air Beta

Kalau belum bisa membanggakan negerimu, setidaknya jangan mempermalukan negeri ini.

Baru saja buka Facebook dan saya melihat suatu postingan. Teman saya menulis status seperti yang ada di foto. Intinya dia mau bilang kalau masyarakat Indonesia itu jangan minder walaupun masih dianggap sebagai negara yang “kurang sukses” dibandingkan negara lain. Dia menyertakan beberapa alasan kenapa kita gak boleh minder. Dan setelah membaca status itu saya jadi berpikir:

1. Orang luar negeri itu lebih bangga pakai produk dari perusahaan dalam negerinya atau kalau bahasa populernya itu produk dalam negeri. Karena sebenernya mereka gak pakai produk jadul Nokia tapi lebih banyak yang pakai produk dari Apple. Sedangkan masyarakat Indonesia? Mereka terkesan skeptis dengan kualitas produk dalam negeri dan lebih bangga saat mereka memiliki produk yang dihasilkan oleh negara lain itu. 

2. Orang luar negeri itu lebih paham arti dari kebutuhan dan keinginan. Karena mereka jarang banget membelanjakan uangnya melebihi pendapatannya. And as you can see, dalam status itu juga disebut kalau kuli bangunan/tukang becak pada pakai smartphone. Which is menjadi hal yang dibanggakan dalam status tersebut. 

3. Orang luar negeri emang lebih milih untuk berjalan kaki/naik sepeda/public transportation di saat Indonesia semakin macet dan berpolusi. 

4. Orang luar negeri lebih menghargai kegunaan suatu barang sedangkan orang Indonesia hanya tahu cara bergaya. Mulai dari tas branded harga jutaan sampai jam tangan yang harganya juga selangit. 

5. Orang luar negeri itu buang sampah pada tempatnya. Nah, orang Indonesia buang sampah pada tempatnya kalau lagi di negara orang. 

6. Orang luar negeri gak protes waktu pemerintah mereka menerapkan aturan plastic berbayar dan mereka akhirnya lebih suka belanja pakai goodie bag atau kertas belanja. Sedangkan orang Indonesia ada peraturan kayak gitu bukanya mendukung malah gak ngaruh. Selain itu, juga banyak yang ngomel karena barang yang menurut mereka remeh dan murah itu bukan jadi hal yang gratis lagi.

7. Orang luar negeri lebih milih bunuh diri daripada membuat negaranya malu. Orang Indonesia lebih suka menganggap negaranya sendiri sebelah mata bahkan saat ada orang Indonesia yang ingin memajukan negerinya. 

Nah, setelah memikirkan hal-hal diatas saya jadi mikir lagi. Sebenernya Indonesia bisa sih maju melebihi negara-negara yang dianggap paling maju itu, tapi sayangnya SDM negara ini tak mau menjadikan negara ini lebih. Mereka terlalu nyaman dan bangga dengan keadaan “jajahan” ini. Mereka terlalu terlena dalam pemikiran dan standar yang mereka tentukan sendiri. 

Mau contoh kecil yang nyata? Orang Indonesia terutama para remajanya merasa lebih bangga dan bahagia saat mereka mengetahui budaya Korea, Jepang, atau negara lain. Mereka merasa gaul saat mereka menirukan budaya negara asing itu daripada melestarikan budaya nenek moyangnya. Dan saat ada negara yang mengatakan budaya Indonesia adalah milik negara itu, mereka akan berbondong-bondong melakukan aksi demo. Sekarang saya jadi benar-benar bingung. Kalau kalian sendiri lebih memilih untuk melestarikan budaya asing, kenapa kalian tidak membiarkan orang asing itu melestarikan budaya kalian? Toh, sepertinya mereka lebih cinta pada negeri ini dibandingkan kalian. 

Jadi, masih berpikiran kalau negara kalian ini lebih hebat saat kalian sendiri memandangnya sebelah mata? Masih berharap mendapatkan lebih saat kalian tak mau membantu sedikit saja untuk kemajuan negeri ini? Ingat kawan! Bahkan orang luar negeri itu juga mengakui kualitas budaya maupun produk dari negara ini. Sedangkan kalian? 

Curhatan ini bukan bermaksud untuk menghakimi siapapun karena saya juga punya keyakinan tiap individu itu beda dan walaupun suatu kaum di cap baik/jelek bukan berarti semua individu dalam kaum itu sama. Tapi setidaknya tulisan ini bisa dijadikan pertimbangan sebelum kalian menyalahkan atau menghina negeri kalian sendiri. 

-Fatsav