Realize

​Whether it’s me or you 

I’ve just realized things

That the clock’s still ticking 

And life’s keep on moving 

That mistake have been made 

But still you can fixed it

That attitude is the priority 

While beauty is just a bounty

That dead isn’t the finale

Sadly, it won’t give you a clue 

That disability isn’t your weakness 

However, it’s the best strength of yours 

-Fatsav 

Yuk Belajar Bahasa Asing! 


Pada era sekarang, menjadi seorang polyglot bukanlah hal yang tak mungkin. Dunia yang sepertinya sudah tak dibatasi sejak zaman digital dimulai, membuat banyak orang mulai berusaha untuk memahami bahasa asing. Individu muda dituntut untuk menguasai setidaknya dua bahasa untuk dapat bertahan didunia kerja. Bahasa Inggris sudah tidak dianggap sebagai suatu kelebihan apalagi bahasa ibu yang baku. 

Tapi disisi lain, biaya yang diperlukan guna mengikuti kelas-kelas bahasa asing tidaklah murah. Untuk itu diperlukan suatu cara agar para job seekers bisa belajar bahasa asing tanpa perlu merogoh kocek yang dalam. Jadi, cara yang paling murah antara lain:

1. Youtube 

Di youtube bisa kita temukan berbagai macam channel pembelajaran dari para native speaker. Mulai dari bahasa Inggris, Jerman, Mandarin, hingga bahasa Indonesia. Kalian hanya perlu mengetikkan keyword bahasa yang ingin kalian pelajari dikolom pencarian. 

2. Teman

Coba kalian cari tahu apakah diantara teman-teman kalian ada yang sedang tertarik mempelajari bahasa yang sama dengan kalian. Jika tidak ada, kalian bisa mencoba untuk membuat suatu group whatsapp internasional yang mempelajari bahasa tersebut dan mengiklankannya melalui broadcast massage/social media yang kamu punya. Jadi, orang-orang yang tertarik untuk belajar bahasa asing yang sama denganmu akan menghubungimu dan kalian bisa mulai berbicara disana. Oh ya, terapkanlah aturan yang jelas bahwa segala bentuk komunikasi hanya boleh menggunakan bahasa yang sedang kalian pelajari. 

3. Aplikasi bahasa 

Saat ini sudah banyak aplikasi belajar bahasa asing untuk android/iPhone yang bisa di download secara gratis. Kamu bisa memanfaatkan aplikasi ini dengan sangat baik karena biasanya aplikasi ini juga mengajarkan susunan kalimat dan pengucapan yang tepat.  

4. Aplikasi chatting untuk belajar bahasa 

Kalian bisa memanfaatkan aplikasi chatting secara langsung dengan orang-orang yang memang sedang belajar suatu bahasa. Biasanya aplikasi ini terdiri dari individu yang memiliki level kemampuan berbeda-beda. Salah satu aplikasi chatting yang bisa kalian gunakan adalah speaky.

5. Lagu dan Film

Dua hal yang sepertinya tak pernah terlepas dari individu yang sedang mempelajari suatu bahasa adalah lagu dan film. Saat kalian mendengarkan lagu atau menonton film dengan bahasa asli negara tersebut, kalian pasti bisa melatih pendengaran kalian dengan lebih baik. Selain itu, kalian juga bisa mendapatkan kosa kata  baru untuk perbendaharaan kata kalian. 

Well, dalam mempelajari bahasa konsistensi adalah hal yang berperan penting. Jadi, jika kalian memang ingin belajar, jangan ada kata menyerah dalam kamus kalian. 

-Fatsav 

Indonesia Tanah Air Beta

Kalau belum bisa membanggakan negerimu, setidaknya jangan mempermalukan negeri ini.

Baru saja buka Facebook dan saya melihat suatu postingan. Teman saya menulis status seperti yang ada di foto. Intinya dia mau bilang kalau masyarakat Indonesia itu jangan minder walaupun masih dianggap sebagai negara yang “kurang sukses” dibandingkan negara lain. Dia menyertakan beberapa alasan kenapa kita gak boleh minder. Dan setelah membaca status itu saya jadi berpikir:

1. Orang luar negeri itu lebih bangga pakai produk dari perusahaan dalam negerinya atau kalau bahasa populernya itu produk dalam negeri. Karena sebenernya mereka gak pakai produk jadul Nokia tapi lebih banyak yang pakai produk dari Apple. Sedangkan masyarakat Indonesia? Mereka terkesan skeptis dengan kualitas produk dalam negeri dan lebih bangga saat mereka memiliki produk yang dihasilkan oleh negara lain itu. 

2. Orang luar negeri itu lebih paham arti dari kebutuhan dan keinginan. Karena mereka jarang banget membelanjakan uangnya melebihi pendapatannya. And as you can see, dalam status itu juga disebut kalau kuli bangunan/tukang becak pada pakai smartphone. Which is menjadi hal yang dibanggakan dalam status tersebut. 

3. Orang luar negeri emang lebih milih untuk berjalan kaki/naik sepeda/public transportation di saat Indonesia semakin macet dan berpolusi. 

4. Orang luar negeri lebih menghargai kegunaan suatu barang sedangkan orang Indonesia hanya tahu cara bergaya. Mulai dari tas branded harga jutaan sampai jam tangan yang harganya juga selangit. 

5. Orang luar negeri itu buang sampah pada tempatnya. Nah, orang Indonesia buang sampah pada tempatnya kalau lagi di negara orang. 

6. Orang luar negeri gak protes waktu pemerintah mereka menerapkan aturan plastic berbayar dan mereka akhirnya lebih suka belanja pakai goodie bag atau kertas belanja. Sedangkan orang Indonesia ada peraturan kayak gitu bukanya mendukung malah gak ngaruh. Selain itu, juga banyak yang ngomel karena barang yang menurut mereka remeh dan murah itu bukan jadi hal yang gratis lagi.

7. Orang luar negeri lebih milih bunuh diri daripada membuat negaranya malu. Orang Indonesia lebih suka menganggap negaranya sendiri sebelah mata bahkan saat ada orang Indonesia yang ingin memajukan negerinya. 

Nah, setelah memikirkan hal-hal diatas saya jadi mikir lagi. Sebenernya Indonesia bisa sih maju melebihi negara-negara yang dianggap paling maju itu, tapi sayangnya SDM negara ini tak mau menjadikan negara ini lebih. Mereka terlalu nyaman dan bangga dengan keadaan “jajahan” ini. Mereka terlalu terlena dalam pemikiran dan standar yang mereka tentukan sendiri. 

Mau contoh kecil yang nyata? Orang Indonesia terutama para remajanya merasa lebih bangga dan bahagia saat mereka mengetahui budaya Korea, Jepang, atau negara lain. Mereka merasa gaul saat mereka menirukan budaya negara asing itu daripada melestarikan budaya nenek moyangnya. Dan saat ada negara yang mengatakan budaya Indonesia adalah milik negara itu, mereka akan berbondong-bondong melakukan aksi demo. Sekarang saya jadi benar-benar bingung. Kalau kalian sendiri lebih memilih untuk melestarikan budaya asing, kenapa kalian tidak membiarkan orang asing itu melestarikan budaya kalian? Toh, sepertinya mereka lebih cinta pada negeri ini dibandingkan kalian. 

Jadi, masih berpikiran kalau negara kalian ini lebih hebat saat kalian sendiri memandangnya sebelah mata? Masih berharap mendapatkan lebih saat kalian tak mau membantu sedikit saja untuk kemajuan negeri ini? Ingat kawan! Bahkan orang luar negeri itu juga mengakui kualitas budaya maupun produk dari negara ini. Sedangkan kalian? 

Curhatan ini bukan bermaksud untuk menghakimi siapapun karena saya juga punya keyakinan tiap individu itu beda dan walaupun suatu kaum di cap baik/jelek bukan berarti semua individu dalam kaum itu sama. Tapi setidaknya tulisan ini bisa dijadikan pertimbangan sebelum kalian menyalahkan atau menghina negeri kalian sendiri. 

-Fatsav 

Duniaku 

Selamat datang! 

Didunia dimana kau bebas berbicara

Asal jujur dan beretika 

Dunia yang mewajibkanmu melihat dari dua sudut berbeda 

Mungkin orang akan menganggapmu kejam

Karena kata-kata tulisanmu yang tajam 

Atau mungkin kau kan dikecam 

Layaknya Copernicus dengan teori heliocentric-nya

Tapi setidaknya orang akan mengenalmu karena karyamu

-Fatsav 

A Stranger 

He is  a stranger 

But seems like I’ve known him forever 

He is a stranger 

But seems like he cares the most about me 

He is a stranger 

The one you’ve never seen before 

He is a stranger 

But he wasted his time with me 

He is a stranger 

But he is listening to my unnecessary complaints 

He is a stranger 

But he did anything for me 

He is a stranger 

But he said that he falls for me 

-Fatsav 

A Proper Goodbye 

Hey there someone who’s becoming stranger now. Do you know that I’ve been visiting the coffee shop more often now? And I’d wasted my time with thinking of you. Thinking about the memories we’d shared together. 

I’ve been telling you that every little piece in my life reminds me of you now, right? And it is still happening now. I have tried. However, I can’t stop. I miss you so bad.

You said that we’d be together forever. Just like a happy ending in every fairy tale. Sadly, I believe in those dreams. I believe in you. And now, here I am.

A broken heart girl sitting in the corner of the coffee shop all by myself. Remembering all those times, promises, moments. A tear escaped from my eyes. If only every words you’ve said becoming real. If only all those moment we’ve been dreaming about isn’t just in our head.

But it is not real. I keep playing “if + only” while you have moved on. I keep playing that everything is just a bad dream. But it is not. And my friends kept telling me to continuing my life. So, I guess this is it. 

Thank you for everything. Even though I’ve been hurt and you’re the reason why but you were also the reason a smile crept onto my face. 

God, I wished saying goodbye would be this easy. I wished forgetting you would be easier. But the more I’ve tried, I had no idea how to succeed. 

-Fatsav 

Me

People called me a bitter 

While I just tell them the truth 

People forenamed me as a broken home kid

When I still have a whole family around 

People said that I’m pretty 

When I’m just being myself 

People described me as a nerd

When I was in love with books 

People thought that I love parties

While wasting time by myself is the best for me 

People claimed me as a bitch 

When I know nothing about boys

People mentioned me for bad things happened 

When I just sitting alone on my own 

People assumed me as a troublemaker 

When I have nothing to do with them

-Fatsav 

Tentang Mimpi

Pernah suatu ketika aku bermimpi 

Menemukan seseorang yang mencintai 

Pernah suatu ketika aku bermimpi 

Merasakan bahagia tanpa rasa sepi

Pernah suatu ketika aku bermimpi 

Mendengar cerita indah tentang hidup ini 

Tapi saat ku terjaga, seseorang berkata:

Sayang, mimpi penuh dengan misteri 

Semua hanyalah khayalan semu yang menari 

Membuatmu semakin tenggelam dalam derita sanubari

Tertawa lepas saat kau telah mati 

-Fatsav-

Perasaan Itu

Terkadang semua terlihat begitu indah dalam bayang-bayang semu kehidupan

Terkadang perasaan itu datang dan mengorek luka terdalam 

Menjadikan semuanya nyata walaupun kau berharap semua hanyalah bunga tidur

Terkadang aku meresapi sendiri tragedi kehidupan ditemani bayang gelapnya malam saat semua telah terlelap 

Sering aku hamburkan senyuman palsu dan bualan manis tentang hidup saat mereka terjaga 

Menyatakan betapa bahagianya kehidupan yang telah dijalani walau hati merana 

Menangisi serta mengasihani diri sendiri ditemani temaram bulan dan pekatnya langit malam

Dan saat jutaan mata terkesan memandang kearahku, baru kusadari bahwa aku harus bersyukur

Fatsav