Metaphor

Hatiku berdebar kencang 

Bagai bintang yang meluncur 

Dengan kecepatan berjuta tahun cahaya 

Melintasi gelapnya angkasa 

Menerangi semesta yang dilewati 

Memberi keindahan 

Bagi setiap mata yang memandang 

Memberi harapan 

Bagi setiap insan yang percaya 

Menunjukkan jalan yang tepat 

Bagi orang yang tersesat 

Memberi luka yang teramat 

Bagi hati yang tertimpa 

-Fatsav 

Indonesia Tanah Air Beta

Kalau belum bisa membanggakan negerimu, setidaknya jangan mempermalukan negeri ini.

Baru saja buka Facebook dan saya melihat suatu postingan. Teman saya menulis status seperti yang ada di foto. Intinya dia mau bilang kalau masyarakat Indonesia itu jangan minder walaupun masih dianggap sebagai negara yang “kurang sukses” dibandingkan negara lain. Dia menyertakan beberapa alasan kenapa kita gak boleh minder. Dan setelah membaca status itu saya jadi berpikir:

1. Orang luar negeri itu lebih bangga pakai produk dari perusahaan dalam negerinya atau kalau bahasa populernya itu produk dalam negeri. Karena sebenernya mereka gak pakai produk jadul Nokia tapi lebih banyak yang pakai produk dari Apple. Sedangkan masyarakat Indonesia? Mereka terkesan skeptis dengan kualitas produk dalam negeri dan lebih bangga saat mereka memiliki produk yang dihasilkan oleh negara lain itu. 

2. Orang luar negeri itu lebih paham arti dari kebutuhan dan keinginan. Karena mereka jarang banget membelanjakan uangnya melebihi pendapatannya. And as you can see, dalam status itu juga disebut kalau kuli bangunan/tukang becak pada pakai smartphone. Which is menjadi hal yang dibanggakan dalam status tersebut. 

3. Orang luar negeri emang lebih milih untuk berjalan kaki/naik sepeda/public transportation di saat Indonesia semakin macet dan berpolusi. 

4. Orang luar negeri lebih menghargai kegunaan suatu barang sedangkan orang Indonesia hanya tahu cara bergaya. Mulai dari tas branded harga jutaan sampai jam tangan yang harganya juga selangit. 

5. Orang luar negeri itu buang sampah pada tempatnya. Nah, orang Indonesia buang sampah pada tempatnya kalau lagi di negara orang. 

6. Orang luar negeri gak protes waktu pemerintah mereka menerapkan aturan plastic berbayar dan mereka akhirnya lebih suka belanja pakai goodie bag atau kertas belanja. Sedangkan orang Indonesia ada peraturan kayak gitu bukanya mendukung malah gak ngaruh. Selain itu, juga banyak yang ngomel karena barang yang menurut mereka remeh dan murah itu bukan jadi hal yang gratis lagi.

7. Orang luar negeri lebih milih bunuh diri daripada membuat negaranya malu. Orang Indonesia lebih suka menganggap negaranya sendiri sebelah mata bahkan saat ada orang Indonesia yang ingin memajukan negerinya. 

Nah, setelah memikirkan hal-hal diatas saya jadi mikir lagi. Sebenernya Indonesia bisa sih maju melebihi negara-negara yang dianggap paling maju itu, tapi sayangnya SDM negara ini tak mau menjadikan negara ini lebih. Mereka terlalu nyaman dan bangga dengan keadaan “jajahan” ini. Mereka terlalu terlena dalam pemikiran dan standar yang mereka tentukan sendiri. 

Mau contoh kecil yang nyata? Orang Indonesia terutama para remajanya merasa lebih bangga dan bahagia saat mereka mengetahui budaya Korea, Jepang, atau negara lain. Mereka merasa gaul saat mereka menirukan budaya negara asing itu daripada melestarikan budaya nenek moyangnya. Dan saat ada negara yang mengatakan budaya Indonesia adalah milik negara itu, mereka akan berbondong-bondong melakukan aksi demo. Sekarang saya jadi benar-benar bingung. Kalau kalian sendiri lebih memilih untuk melestarikan budaya asing, kenapa kalian tidak membiarkan orang asing itu melestarikan budaya kalian? Toh, sepertinya mereka lebih cinta pada negeri ini dibandingkan kalian. 

Jadi, masih berpikiran kalau negara kalian ini lebih hebat saat kalian sendiri memandangnya sebelah mata? Masih berharap mendapatkan lebih saat kalian tak mau membantu sedikit saja untuk kemajuan negeri ini? Ingat kawan! Bahkan orang luar negeri itu juga mengakui kualitas budaya maupun produk dari negara ini. Sedangkan kalian? 

Curhatan ini bukan bermaksud untuk menghakimi siapapun karena saya juga punya keyakinan tiap individu itu beda dan walaupun suatu kaum di cap baik/jelek bukan berarti semua individu dalam kaum itu sama. Tapi setidaknya tulisan ini bisa dijadikan pertimbangan sebelum kalian menyalahkan atau menghina negeri kalian sendiri. 

-Fatsav 

Me

People called me a bitter 

While I just tell them the truth 

People forenamed me as a broken home kid

When I still have a whole family around 

People said that I’m pretty 

When I’m just being myself 

People described me as a nerd

When I was in love with books 

People thought that I love parties

While wasting time by myself is the best for me 

People claimed me as a bitch 

When I know nothing about boys

People mentioned me for bad things happened 

When I just sitting alone on my own 

People assumed me as a troublemaker 

When I have nothing to do with them

-Fatsav 

Used To 

We used to be best friends

We used to be closed to each other 

People thought that we are together

But we’re just friends, right?

We always tell that we could survive to be best friends without that love things

We always tell that we want to proved to people that cross gender best friends won’t always stuck in this kind of love

But we’re stuck, right?

We can’t prove it

We lost the battle

We confessed the feeling to each other even though it’s not working

And now we changed

We stopped talking and being close to each other

Sadly, I’m still missing you so bad

-Fatsav