Ayo Mengenal Fact Book 

​Fact book diterbitkan oleh IDX untuk memberi tahu para pemegang saham maupun public terkait perkembangan ekonomi Indonesia dari sektor pasar modal. Bagi kalian yang suka hal-hal terkait saham ataupun sudah sering melakukan transaksi di bursa saham pasti tahu bahwa fact book sering menjadi salah satu acuan untuk menilai apakah tindakkan kalian dengan membeli suatu saham itu sudah tepat atau belum. Tapi bagi kalian yang masih awam dengan dunia pasar modal, bisa mulai belajar untuk mengetahui arti dari istilah yang digunakan pada fact book.

1. 50 leading companies in market capitalization

Yang dimaksud disini adalah seberapa besar perusahaan menggunakan pasar modal sebagai sumber dana perusahaannya. Jadi, saat perusahaan A berada pada urutan no.1 disini berarti campur tangan para pemegang saham atau pihak ketiga diperusahaan A merupakan yang paling tinggi diantara perusahaan yang lain. Biasanya perusahaan keuangan merupakan perusahaan yang paling banyak menempati posisi disini.

2. 50 most active stocks by trading volume

Merupakan seberapa banyak saham perusahaan yang terjual pada satu periode. Semakin tinggi pergerakannya, maka akan signifikan mempengaruhi harga saham perusahaan itu. Tapi jangan salah karena walaupun suatu perusahaan berada di 10 besar pada market capitalization, bukan berarti volume saham yang diperjual belikan harus tinggi. Karena dengan semakin banyaknya volume yang diperjual belikan, maka bisa jadi harga sahamnya akan menurun.

3. 50 most active stocks by trading value

Investor percaya bahwa pasar modal itu tak selamanya efisien dan mungkin saja harga saham suatu perusahaan dibawah nilai mereka. Maka dari itu, para investor berusaha untuk melihat keuntungan yang bisa diraihnya pada setiap kesempatan. Strategy yang paling sering dipakai adalah “Dogs of the Dow” yakni dengan membeli saham yang memiliki nilai dividen yang tinggi.

4. 50 most active stocks by trading frequency

Disini akan dijelaskan seberapa sering sahamnya dijual belikan dalam satu periode. Frekuensi yang tinggi menunjukkan bahwa saham perusahaan juga tinggi turnovernya yang artinya memiliki nilai yang cukup baik dimata investor karena demand yang ada kemugkinan juga tinggi dan net yang ada cukup lumayan. Sebagai contoh berdasarkan data IDX tahun 2014, perusahaan kalbe farma tbk. menunjukkan frekuensi yang paling tinggi. Artinya para pelaku short trading cukup senang dengan keuntungan yang ada di usaha ini. Selain itu, resiko yang ada bisa dibilang tak terlalu tinggi dan itu artinya income investor juga tak akan terlalu tinggi.

5. 50 most active IDX members in total trading volume

Yang dimaksud disini adalah perusahaan sekuritas atau member IDX yang memiliki volume saham paling besar untuk diperjual belikannya. Sebagai contoh pada fact book tahun 2014, 2 peringkat pertama ditempati oleh sekuritas kepunyaan asing yakni CIMB Securities Indonesia dan Daewoo Securities Indonesia. Baru diposisi ke-3 muncul Mandiri sekuritas. Hal ini mungkin terjadi karena kedua perusahaan sekuritas itu ingin meningkatkan harga saham.

6. 50 most active IDX members in total trading value

Disini bisa kita lihat perusahaan-perusahaan sekuritas mana yang berhasil menjual atau membeli saham-saham yang dianggap bernilai di mata public. Sebagai contoh urutan pertama pada fact book 2014 ditempati oleh Credit Suisse Securities Indonesia yang artinya banyak nasabahnya yang lebih memperhatikan nilai saham dibandingkan seberapa banyak saham yang dimilikinya. Selanjutnya CIMB Securities Indonesia berada di nomor dua padahal di bagian  50 most active IDX members in total trading volume ia berada di nomor satu. Itu artinya walaupun volume saham yang dibelinya tinggi tapi tak semua saham itu memiliki nilai yang tinggi.

7. 50 most active IDX members in total trading frequency

Disini bisa kita lihat perusahaan sekuritas mana yang paling sering keluar masuk BEI untuk menjual atau membeli sahamnya. Pada fact book 2014, Daewoo Securities Indonesia berada diposisi pertama sedangkan CIMB Securities Indonesia berada di nomor 3, Credit Suisse Securities Indonesia berada di nomor 4, dan Mandiri Sekuritas berada di nomor 5. Hal ini mungkin terjadi karena nasabah-nasabah yang ada merupakan nasabah yang lebih suka kondisi untuk melakukan short trading dibandingkan investasi. Disini perubahan laba atau harga saham akan menjadi hal yang sangat negative bagi mereka. Karena itu nasabah-nasabah ini lebih sering melakukan tindakan jual beli saham secara cepat karena bagi mereka saham bukanlah investasi yang sesungguhnya melainkan saham hanyalah alat jual beli yang tak pasti.

-Fatsav 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s